Agar Bacaan Al-Qur`an Lebih Menyentuh Hati | Pondasi Seorang Muslim

Agar Bacaan Al-Qur`an Lebih Menyentuh Hati


Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข memerintahkan Nabi Muhammad shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallamsebagaimana dalam firman-Nya,

ูˆูŽุงุชู’ู„ู ู…ูŽุง ุฃููˆุญููŠูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูุชูŽุงุจู ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ู„ูŽุง ู…ูุจูŽุฏูู‘ู„ูŽ ู„ููƒูŽู„ูู…ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ู ู…ูู„ู’ุชูŽุญูŽุฏู‹ุง

โ€œDan bacakanlah apa-apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al-Qur`an). Tiada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain Dia.โ€ [Al-Kahf: 27]

Juga dalam firman-Nya,

ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุฃูู…ูุฑู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุจูŽู„ู’ุฏูŽุฉู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽู‡ู ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽุฃูู…ูุฑู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ. ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุชู’ู„ููˆูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ

โ€œAku hanya diperintah untuk menyembah Rabb negeri (Makkah) ini Yang telah menjadikan (negeri) itu suci, dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu. Serta, aku diperintah agar aku tergolong sebagai orang-orang yang berserah diri, dan supaya aku membacakan Al-Qur`an (kepada manusia).โ€ [An-Naml: 91-92]

Kepada kaum mukminin, Allah โ€˜Azza wa Jalla menganjurkan,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุชู’ู„ููˆู†ูŽ ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููŽู‚ููˆุง ู…ูู…ูŽู‘ุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ุณูุฑู‹ู‘ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽุงู†ููŠูŽุฉู‹ ูŠูŽุฑู’ุฌููˆู†ูŽ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ู’ ุชูŽุจููˆุฑูŽ. ู„ููŠููˆูŽููู‘ูŠูŽู‡ูู…ู’ ุฃูุฌููˆุฑูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุฒููŠุฏูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ูู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ุบูŽูููˆุฑูŒ ุดูŽูƒููˆุฑูŒ.

โ€œSesungguhnya orang-orang yang selalu membaca (tilawah) kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (Yakni) agar Dia menyempurnakan pahala untuk mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.โ€ [Fathir: 29-30]

Tidak diragukan bahwa membaca Al-Qur`an adalah salah satu tugas pokok seorang muslim dan muslimah serta sumber kebaikan dan kebahagiaan yang dia tidak bisa terlepas dari kehidupannya.

Membaca Al-Qur`an sesuai dengan perintah Allah โ€˜Azza wa Jalla akan mewariskan keimanan yang sangat agung di dalam Allah dan akan menambah keyakinan, ketenangan, dan kelembutan[1].

Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข berfirman,

ูˆูŽู†ูู†ูŽุฒูู‘ู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุดูููŽุงุกูŒ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฒููŠุฏู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฎูŽุณูŽุงุฑู‹ุง.

โ€œDan dari Al-Qur`an, Kami menurunkan sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedang Al-Qur`an itu tidaklah menambah (sesuatu) kepada orang-orang zhalim, kecuali kerugian.โ€ [Al-Isra`: 82]

Keutamaan dan manfaat membaca Al-Qur`an tentunya sangatlah banyak. Namun, yang menjadi masalah pada sebagian kaum muslimin pembaca Al-Qur`an adalah kurangnya pengaruh pada jiwa dalam membaca Al-Qur`an Al-Karim.

Oleh karena itu, pada tulisan ini, kami akan menjelaskan beberapa kiat yang bisa membantu seorang muslim dan muslimah agar hati dan jiwanya lebih tersentuh serta lebih membuat dia bisa cinta dan mengagungkan Al-Qur`an.

Berikut penjelasan beberapa kiat tersebut dengan memohon pertolongan kepada Allah.

Pertama, mengetahui keutamaan, keagungan derajat, dan ketinggian kedudukan Al-Qur`an sehingga seseorang membaca Al-Qur`an dengan penuh kegembiraan dan rasa harap, serta penuh penghormatan, pengagungan, dan rasa takut kepada Allah, Yang menurunkan Al-Qur`an tersebut. Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข berfirman,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุดูููŽุงุกูŒ ู„ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุตูู‘ุฏููˆุฑู ูˆูŽู‡ูุฏู‹ู‰ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ. ู‚ูู„ู’ ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ููŽุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ.

โ€œWahai manusia, sesungguhnya telah datang pelajaran dari Rabb kalian kepada kalian, penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, โ€˜Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah mereka bergembira dengan itu. (Karunia Allah dan rahmat-Nya) itu adalah lebih baik daripada apa-apa yang mereka kumpulkan. โ€ [Yunus: 57-58]

Kedua, pengetahuan seorang hamba bahwa Al-Qur`an adalah kalamullah (firman Allah) yang merupakan sebaik-baik pembicaraan dan ucapan jujur yang teragung dan terbenar.

Mencermati bahwa Al-Qur`an adalah kalamullah akan membuat pembaca Al-Qur`an merasakan bahwa seakan-akan Allah berbicara kepadanya. Tentunya, pengagungan seperti ini akan berpengaruh kepada hati seorang hamba. Allah โ€˜Azza wa Jalla berfirman,

ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุนูŽุธูู‘ู…ู’ ุดูŽุนูŽุงุฆูุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู.

โ€œDemikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.โ€ [Al-Hajj: 32]

Ketiga, membaca Al-Qur`an dengan menadabburi dan mencermati kandungannya.

Karena, maksud utama penurunan Al-Qur`an adalah agar kita menadabburi ayat-ayat-Nya sebagaimana yang dijelaskan dalam firman-Nya,

ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŒ ู„ููŠูŽุฏูŽู‘ุจูŽู‘ุฑููˆุง ุขูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ููŠูŽุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑูŽ ุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู.

โ€œIni adalah sebuah kitab penuh berkah yang Kami turunkan kepadamu supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.โ€ [Shad: 29]

Meninggalkan tadabbur terhadap Al-Qur`an akan menimbulkan kekerasan dalam hati. Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข menegaskan,

ุฃูŽููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฏูŽุจูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจู ุฃูŽู‚ู’ููŽุงู„ูู‡ูŽุง.

โ€œMaka apakah mereka tidak menadabburi Al-Qur`an, ataukah hati mereka terkunci?โ€ [Muhammad: 24]

Hendaknya diketahui bahwa menadabburi dan mencermati Al-Qur`an adalah lebih baik daripada sekadar membaca Al-Qur`an. Oleh karena itu, Ibnu Hajar Al-Asqalรขny rahimahullรขh berkata, โ€œSiapa saja yang membaca (Al-Qur`an) dengan tartil dan mencermati (Al-Qur`an), dia bagaikan orang yang bersedekah dengan suatu permata yang sangat mahal.โ€[2]

Ibnul Qayyim rahimahullรขh berkata, โ€œBarangsiapa yang membaca Al-Qur`an dengan tafakkur (memikirkan dan merenunginya) hingga, jika melalui sebuah ayat yang dia perlukan dalam mengobati hatinya, dia mengulangi walaupun seratus kali, bahkan semalam penuh, karena membaca satu ayat dengan tafakkur dan memahami (ayat) itu adalah lebih baik daripada bacaan khatam tanpa tadabbur dan memahami. (Hal tersebut) juga lebih bermanfaat bagi hati dan lebih mengajak untuk memperoleh keimanan dan merasakan kemanisan Al-Qur`an.โ€[3]

Keempat, membaca Al-Qur`an dengan memohon perlindungan kepada Allah Taโ€™รขlรข dari gangguan syaithan yang terkutuk. Allah โ€˜Azza wa Jalla memerintahkan,

ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽุนูุฐู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌููŠู…ู.

โ€œApabila membaca Al-Qur`an, hendaklah engkau meminta perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.โ€ [An-Nahl: 98]

Hendaknya dia membaca, โ€œAโ€™รปdzu billรขhi minasy syaithรขnir rajรฎm,โ€ dengan menyadari bahwa syaithan sungguh berusaha memalingkannya dari mengambil manfaat dan mengamalkan Al-Qur`an.

Kelima, membaca Al-Qur`an dengan rasa khusyuโ€™. Allah telah memerintah, disertai dengan peringatan, kepada orang-orang yang beriman dalam firman-Nya,

ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ู†ู ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฎู’ุดูŽุนูŽ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ู„ูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ูƒูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ููŽุทูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุฏู ููŽู‚ูŽุณูŽุชู’ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูƒูŽุซููŠุฑูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ.

โ€œBelumkah datang waktunya, bagi orang-orang yang beriman, untuk hati mereka khusyuโ€™ dalam mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, (tetapi) kemudian hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik.โ€ [Al-Hadรฎd: 16]

Keenam, membaca Al-Qur`an secara tartil.

Allah telah memerintahkan dalam firman-Nya,

ูˆูŽุฑูŽุชูู‘ู„ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุชูŽุฑู’ุชููŠู„ู‹ุง.

โ€œDan bacalah Al-Qur`an itu secara tartil (perlahan-lahan).โ€ [Al-Muzzammil: 4]

Rasulullah shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam telah memberi contoh dengan membaca secara tartil dalam shalat malamnya. Jika melewati bacaan ayat yang mengandung tasbih, beliau bertasbih. Jika melewati bacaan ayat tentang rahmat, beliau berhenti dan memohon rahmat Allah. Bila melalui bacaan ayat tentang ayat adzab, beliau berlindung kepada Allah[4].

Dalam sebuah hadits[5], Rasulullah shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam mengerjakan shalat malam hanya dengan mengulangi membaca sebuah ayat, yaitu firman Allah Taโ€™รขlรข,

ุฅูู†ู’ ุชูุนูŽุฐูู‘ุจู’ู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู.

โ€œJika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, tetapi jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.โ€ [Al-Maidah: 118]


Ketujuh, mempelajari kandungan dan tafsir Al-Qur`an dari para ulama.

Rasulullah shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam mengingatkan,

ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูŠูŽุชู’ู„ููˆู†ูŽ ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุชูŽุฏูŽุงุฑูŽุณููˆู†ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ุŒ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุณูŽู‘ูƒููŠู†ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุบูŽุดููŠูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุญูŽููŽู‘ุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูููŠู…ูŽู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู.

โ€œTidaklah suatu kaum berkumpul di sebuah rumah (baca: masjid) di antara rumah-rumah Allah, yang mereka membaca kitab Allah dan saling mempelajari (kitab) tersebut di antara mereka, kecuali bahwa pasti turun ketenangan di tengah mereka, mereka akan diliputi rahmat, dinaungi oleh para malaikat, dan Allah akan menyebut mereka (di depan para malaikat) di sisi-Nya.โ€

Kedelapan, memahami makna tilawah Al-Qur`an yang sebenarnya.

Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข berfirman,

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขุชูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ูŠูŽุชู’ู„ููˆู†ูŽู‡ู ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู„ูŽุงูˆูŽุชูู‡ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ููุฑู’ ุจูู‡ู ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููˆู†ูŽ.

โ€œOrang-orang yang telah Kami beri Al-Kitab, mereka menilawah (Al-Qur`an) dengan bacaan yang sebenarnya. Mereka itu beriman kepada (Al-Qur`an). Dan barangsiapa yang ingkar terhadap (Al-Qur`an), mereka itulah orang-orang yang merugi.โ€ [Al-Baqarah: 121]

Tilawah terhadap Al-Qur`an adalah dengan tiga hal:

Membacanya sesuai dengan ketentuan-ketentuan pembacaan Al-Qur`an yang ada di kalangan ahli qirรข`ah dan tajwid.
Memahami kandungan dan penafsirannya.
Mengimani dan mengamalkan kandungan dan hukum-hukumnya[6].

Kesembilan, mencontoh keadaan para nabi dan orang-orang shalih dalam membaca Al-Qur`an.

Salah satu sifat para malaikat, yang selalu taat dan takut kepada Allah โ€˜Azza wa Jalla, adalah membaca kalamullah sebagaimana dalam firman-Nya,

ููŽุงู„ุชูŽู‘ุงู„ููŠูŽุงุชู ุฐููƒู’ุฑู‹ุง.

โ€œDan demi (rombongan malaikat) yang membacakan Kalamullah.โ€ [Ash-Shaffat: 3]

Tentang para nabi, Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข berfirman,

ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุฉู ุขุฏูŽู…ูŽ ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ุญูŽู…ูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ู†ููˆุญู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุฉู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุชูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุชูุชู’ู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุฎูŽุฑูู‘ูˆุง ุณูุฌูŽู‘ุฏู‹ุง ูˆูŽุจููƒููŠู‹ู‘ุง.

โ€œMereka itu adalah orang-orang yang telah Allah beri nikmat, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dari keturunan Ibrahim dan Israil, serta dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.โ€ [Maryam: 58]

Juga, Allah menjelaskan sifat orang-orang yang berilmu saat mendengar ayat-ayat Allah sebagaimana dalam firman-Nya,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ูŠูุชู’ู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฎูุฑูู‘ูˆู†ูŽ ู„ูู„ู’ุฃูŽุฐู’ู‚ูŽุงู†ู ุณูุฌูŽู‘ุฏู‹ุง. ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุนู’ุฏู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ู„ูŽู…ูŽูู’ุนููˆู„ู‹ุง. ูˆูŽูŠูŽุฎูุฑูู‘ูˆู†ูŽ ู„ูู„ู’ุฃูŽุฐู’ู‚ูŽุงู†ู ูŠูŽุจู’ูƒููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽุฒููŠุฏูู‡ูู…ู’ ุฎูุดููˆุนู‹ุง.

โ€œSesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila dibacakan Al-Qur`an kepada mereka, bersungkur di atas muka mereka sambil bersujud seraya berkata, โ€˜Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.โ€™ Dan mereka bersungkur di atas muka mereka sambil menangis, dan mereka pun bertambah khusyuโ€™.โ€ [Al-Isra`: 107-109]

Nabi kita, Muhammad shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam, menangis pada banyak keadaan dalam membaca Al-Qur`an atau ketika mendengar bacaan Al-Qur`an para shahabat sebagaimana telah sah dalam sejumlah hadits.

Kesepuluh, kekhawatiran terhadap diri bila tergolong sebagai orang-orang yang meninggalkan dan mengacuhkan Al-Qur`an.

Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข telah mengingatkan,

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ู ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ุฅูู†ูŽู‘ ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠ ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐููˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ู…ูŽู‡ู’ุฌููˆุฑู‹ุง.

โ€œBerkatalah Rasul, โ€˜Wahai Rabb-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur`an itu sebagai sesuatu yang tidak diacuhkan.โ€™.โ€ [Al-Furqan: 30]

Ibnul Qayyim rahimahullรขh menyebut lima bentuk tentang meninggalkan Al-Qur`an:

  1. Meninggalkan mendengar, mengimani, dan memperhatikan Al-Qur`an.
  2. Meninggalkan beramal dengan Al-Qur`an serta berhenti pada setiap halal dan haramnya.
  3. Meninggalkan berhukum dan tahรขkum kepada Al-Qur`an.
  4. Meninggalkan tadabbur dan memahami (Al-Qur`an).
  5. Meninggalkan berobat dan mencari kesembuhan dengan (Al-Qur`an)[7].

Demikianlah sepuluh kiat agar hati lebih tersentuh ketika membaca Al-Qur`an. Semoga Allah membersihkan hati dan jiwa kita dari segala dosa dan maksiat, dari segala penyakit dan bahaya, serta semoga Allah senantiasa memerangi dan menyejukkan hati-hati kita dengan Al-Qur`an Al-Karim. Innahu waliyyu dzalika wal qadiru โ€˜alaihi wa huwa jawwadun karรฎm.

[Disarikan dari Makalah Tsamaniyyah Khathawรขt Min Ajl Qirรขโ€™ah Mu`tsirah Li Al-Qur`รขn Al-Karรฎm dengan banyak tambahan]


[1] Majmรปโ€™ Al-Fatรขwรข 7/283 karya Ibnu Taimiyah.

[2] Fath Al-Bรขry.

[3] Miftรขh Dรขr As-Saโ€™รขdah.

[4] Diriwayatkan oleh Muslim.

[5] Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasรข`iy, dan Ibnu Mรขjah dengan sanad yang hasan. Bacalah Ashl Shifรขt Ash-Shalah 2/534-535 karya Al-Albรขny.

[6] Ahkรขm Min Al-Qur`รขn Al-Karรฎm 1/322 karya Syaikh Shalih bin โ€˜Utsaimin.

[7] Al-Fawรข`id.

Sumber: dzulqarnain.net

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

 
Top
notifikasi
close